Susunan Pengurus
Budi Kurnia, S.Ag., MM, lahir di Bandung pada 22 Februari 1973, menjabat sebagai Komisaris PT Agronesia (Perseroda), membawa rekam jejak yang luas dalam administrasi pemerintahan daerah, khususnya dalam pengelolaan sektor ekonomi, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Sebelum bergabung dengan PT Agronesia, beliau menjabat sebagai Kepala Biro Urusan Ekonomi, Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat (Maret 2022 – Mei 2025). Karier pemerintahannya dimulai dengan serangkaian posisi struktural di Pemerintahan Kabupaten Ciamis, termasuk Kepala Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Ciamis (2019–2022), Sekretaris Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Ciamis (2016–2019), serta Kepala Divisi Destinasi Pariwisata dan Kepala Seksi Pengembangan Usaha Ekonomi Kreatif di kantor yang sama. Sebelumnya dalam kariernya, ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Subdivisi Urusan Agama dan Kepala Subdivisi Pengembangan Masyarakat di Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis.
Sepanjang kariernya, Budi Kurnia telah menyelesaikan sejumlah program pengembangan kepemimpinan untuk pegawai negeri sipil, termasuk Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV (2007), Pelatihan Kepemimpinan Tingkat III (2018), Pelatihan Kepemimpinan Tingkat II (2023), dan Proyek Ketahanan Destinasi Pariwisata (2021).
Ia menyelesaikan gelar Sarjana (S1) Pendidikan Agama Islam di IAID, Kabupaten Ciamis (1997), dan kemudian meraih gelar Magister (S2) Manajemen Pemerintahan dari Universitas Galuh, Kabupaten Ciamis (2012).
Widia Bagja saat ini menjabat sebagai Direktur Sementara PT Agronesia (Perseroda), dengan membawa lebih dari 20 tahun pengalaman di bidang operasional dan pemasaran dalam industri manufaktur. Dalam peran ini, ia bertanggung jawab atas arah dan operasional perusahaan secara keseluruhan, meliputi manufaktur, distribusi, dan pengembangan strategi efisiensi di ketiga unit bisnis perusahaan — Inkaba, Saripetojo, dan Bandoengsche Melk Centrale (BMC).
Sebelum penunjukannya sebagai Direktur Sementara, Widia menjabat sebagai Wakil Presiden Operasi di PT Agronesia sejak Agustus 2022, di mana ia memberikan peningkatan signifikan dalam kinerja operasional dan keuangan perusahaan — termasuk pemulihan Unit Bisnis Inkaba pada tahun 2019–2021, dan seluruh unit bisnis Agronesia pada tahun 2022–2023. Di bawah kepemimpinannya, merek Inkaba naik menjadi salah satu dari tiga produsen karet teratas di Indonesia dalam hal kualitas produk dan program pemasaran.
Widia juga diakui karena mendorong pertumbuhan bisnis melalui inisiatif strategis, seperti penambahan lini produksi mesin es tabung baru, yang secara signifikan meningkatkan kapasitas produksi dan pendapatan perusahaan, serta memimpin revitalisasi pabrik pengolahan susu dengan kapasitas 2.500 liter/jam, berhasil mengembalikannya ke operasional setelah tidak beroperasi sejak 2017.
Widia memegang gelar Sarjana Teknik Manajemen Industri dari Universitas Jenderal Achmad Yani, Bandung, dengan keahlian inti yang mencakup strategi operasional, revitalisasi pabrik, analisis produktivitas, pengembangan bisnis, manajemen rantai pasokan, dan kepemimpinan tim lintas fungsi.